Museum House of Sampoerna - Surabaya

水曜日, 2月 15, 2017

House of Sampoerna

Halo semuanya! Selamat datang kembali di blog Perjalanan Delapan. Ohya, hari ini merupakan hari libur Nasional, saya menyempatkan diri untuk pulang ke Surabaya. Selain itu, secara personal saya ingin menyampaikan selamat atas terselenggaranya Pilkada serentak pada hari ini. Semoga calon-calon pemimpin yang akhirnya terpilih bisa semakin membawa Indonesia pada kemajuan yang jauh lebih baik dari sebelum-sebelumnya.

Postingan kali ini berasal dari salah satu Museum Rokok dari salah satu perusahaan rokok terbesar di Indonesia. 

Bernama Museum House of Sampoerna, salah satu Daya Tarik Wisatawan ter ramai di Surabaya ini dulunya merupakan panti asuhan yang dikelola oleh Belanda, dan kemudian dibeli oleh Liem Seeng Tee selaku pendiri Sampoerna. Tujuan dibelinya panti asuhan ini sebagai tempat produksi rokok pertama Sampoerna.

Museum ini berada di wilayah "Surabaya Lama", gedungnya pun masih bergaya Kolonial Belanda. Sampai saat ini, Museum House of Sampoerna masih dipertahankan sebagai situs bersejarah kota Surabaya.

House of Sampoerna
Jam Buka Museum House of Sampoerna

House of Sampoerna
Rules yang harus di patuhi pengunjung
Saya menempuh perjalanan dari Siwalankerto tidak sampai setengah jam. Efek libur Nasional mungkin ya wkwk jadi jalanan kota Surabaya cukup sepi. Karena papa merupakan mantan penguasa Surabaya Lama (cielah penguasa, maksudnya papa juga rumahnya daerah-daerah Surabaya Lama), kami sekeluarga tidak terlalu susah menemukan tempatnya.

Masuk museum ini tidak dipungut biaya, alias gratis! Kita hanya butuh untuk menunjukkan KTP / Kartu Tanda Pengenal lainnya (bagi yg belum memiliki KTP). Tapi jangan salah, meskipun gratisan gini, fasilitas yang ditawarkan oleh museum ini bener-bener patut diacungi 4 jempol, 100 point!

Ohya, didalam museum ini juga terdapat fasilitas Bus Tram untuk menjelajah Kota Lama, Surabaya. Bus ini merupakan fasilitas yang diberikan House of Sampoerna untuk pengunjung yang ingin mengikuti tur keliling Utara Surabaya. Bus ini akan melewati beberapa tempat-tempat bersejarah di Surabaya. Untuk jadwal pemberangkatan, rute, serta reservasi, kalian bisa lihat pada website House of Sampoerna yang akan saya sematkan di akhir post.

Surabaya Heritage Track



House of Sampoerna
Gate House of Sampoerna
Kesan pertama yang saya dapatkan ketika masuk ke ruangan pertama House of Sampoerna adalah bau tembakau yang cukup menyengat, bau ini berasal dari beberapa tembakau yang di pamerkan pada ruangan pertama Museum. 

Kompleks Museum ini memiliki 3 bangunan utama. Auditorium sentral sebagai Museum, di bagian sayap Timur, terdapat Cafe, dan Galeri Seni. Sedangkan di sayap Barat, bangunan tetap digunakan sebagai rumah tinggal keluarga pendiri. Pada bagian Museum, terdapat 3 ruangan dengan 2 lantai. Lantai pertama digunakan untuk memperlihatkan sejarah mengenai Sampoerna, sedangkan di lantai 2 kita bisa berkunjung ke toko Merchandise House of Sampoerna. Selain itu, di lantai 2 kita juga bisa melihat proses pelintingan rokok.

House of Sampoerna
Salah satu barang bersejarah milik pendiri.

House of Sampoerna

House of Sampoerna
Terdapat cerita sejarah di tiap barang yang dipamerkan pada Museum ini

House of Sampoerna
Warung pertama pendiri

House of Sampoerna

House of Sampoerna
Ruang kerja pertama milik pendiri

House of Sampoerna


Pada ruangan pertama di lantai 1 ini lebih banyak di pamerkan barang-barang pertama milik pendiri. Seperti warung, sepeda onthel, ruang kerja maupun kebaya, yang ditiap barangnya memiliki cerita sejarah tersendiri.

Bagian kiri ruangan pertama

Bagian Kanan ruangan pertama.

House of Sampoerna
Salah satu tembakau yang di pamerkan pada ruangan pertama. Ini yang menyebabkan museum memiliki bau yang khas.

House of Sampoerna

House of Sampoerna

House of Sampoerna

House of Sampoerna
Potrait pendiri beserta meja kerjanya
Beralih pada ruangan ke 2. Batas ruangan ke 2 dihiasi dengan slogan Sampoerna yang berbunyi "Anggarda Paramita" yang dalam bahasa Indonesia berarti Menuju Kesempurnaan. Pada ruangan ke 2 ini, lebih di fokuskan mengenai sejarah Komisaris, serta sejarah kepemilikan PT HM Sampoerna Tbk.

House of Sampoerna
Slogan Sampoerna yang bearti Menuju Kesempurnaan


House of Sampoerna
Foto-foto mengenai kegiatan produksi 

House of Sampoerna

House of Sampoerna
Sejarah Komisaris Sampoerna




Sejarah peralihan kepemilikan PT HM Sampoerna Tbk.
Beralih pada ruangan ke 3. Di sini lebih banyak di jelaskan mengenai sejarah proses produksi. Seperti sejarah desain bungkus rokok, mesin pencetak bungkus rokok serta kertas yang digunakan, maupun bahan-bahan yang digunakan untuk memproduksi sebungkus rokok.

Selain itu, pada ruangan ini juga di pamerkan salah satu prestasi Sampoerna di ajang Marching Band tingkat Internasional yang diadakan di California pada tahun 1990 dan 1991. 




Desain bungkus rokok Sampoerna dari tahun ke tahun




Alat serta bahan yang digunakan untuk memproduksi rokok




Mesin pencetak bungkus rokok

Replika delman Sampoerna
Lalu menuju ke lantai 2, disana terdapat toko merchandise, serta kita dapat melihat proses pelintingan rokok yang di kerjakan oleh Karyawan Sampoerna.

Beberapa merchandise yang ditawarkan Sampoerna


Ruangan yang dapat menampung sekitar 1500 pekerja.




Foto karyawan PT HM Sampoerna Tbk
Puas berkunjung di dalam museum, saya melanjutkan dengan mengitari area luar Museum, yaitu Cafe dan Galeri Seni. Pada saat saya kemari, sedang diadakan Pameran Seni Wayang Potehi hingga tanggal 25 Februari 2017.
Cafe Sampoerna


Kalian dapat melihat pembagian bangunan di dalam peta ini



Sedikit terfokus pada jalanan menuju Galeri Seni, disini sebenernya tempatnya foto-sesi-able banget. Vintage-vintage gimana gitu wkwkkw. Satu lagi, sebenernya fasilitas taman disini oke banget. Banyak disediakan bangku-bangku yang memudahkan pengunjung beristirahat ketika kelelahan mengelilingi Museum.

Aesthethic banget kan ya wkwkwk

Baliho pagelaran seni Wayang Potehi 
Pada saat saya kemari, terdapat sebuah pameran, yaitu Pameran Seni Wayang Potehi. Wayang Potehi merupakan Wayang Kesenian yang berasal dari Tionghoa (China) yang sampai saat ini masih di lestarikan di Indoneisa. Potehi berarti Wayang Kantong dari Kain. Bermainnya yaitu tangan sang dalang dimasukkan ke dalam boneka wayang lalu digerakkan.

Jam operasional Galeri Seni Museum Sampoerna

Beberapa Wayang Potehi yang di pamerkan







Ohya, untuk kalian yang ingin tahu lebih lanjut mengenai House of Sampoerna, kalian bisa membuka link di bawah ini.


Disana terdapat banyak sekali informasi mengenai Sejarah, Event di dalam Galeri Seni, serta info mengenai Surabaya Heritage Track.

Dan untuk kalian yang tidak mau nyasar jika berkunjung ke House of Sampoerna, kalian bisa ikuti maps disini!


Sekian perjalanan kali ini! Sampai jumpa di post selanjutnya!

You Might Also Like

0 Signature's

Terimakasih atas jejaknya :)

Subscribe